Politik Manok Toh Boh: Retorika Berisik Tanpa Substansi
Bila diri ingin dipandang, jauhi kata tinggi melambung, jauhi sifat ayam dikandang, bertelur satu ribut sekampung. Bila diri ingin dikenang semailah benih di tengah sawah, bawalah ilmu padi di ladang, tambah berisi makin tunduk ke bawah. Menyoroti pepatah tradisional tentang ayam dan padi sebagai refleksi politik. Politik berisik tanpa substansi, diibaratkan ayam bertelur satu ribut sekampung, hanya melahirkan pencitraan dan kemiskinan rakyat. Sebaliknya, politik ideal seperti padi semakin berisi semakin menunduk, menekankan kerendahan hati, integritas, dan kerja nyata. Analisis menunjukkan bahwa kebijakan produktif, seperti padat karya, memperkuat kesejahteraan dan legitimasi. Pepatah lokal ini menjadi pedoman universal etika kepemimpinan dan arah kebijakan publik yang berorientasi pada rakyat. Politik berisik cenderung melahirkan subordinasi, patronase, dan penyalahgunaan anggaran publik, sehingga memperburuk kemiskinan dan ketidakpercayaan masyarakat. Sementara itu, politi...