Hakikat Mencintai adalah Kebencian



Mahabbah pada diri anak Adam selalu melewati masa pasang dan surut. Statistik dalam jiwa yang sering berubah. Ternyata cinta juga plinplan. Kadang muncul, kadang hilang, bahkan kadang menurun, dan tenggelam sekalipun. bahkan hilang sama sekali. Rasa saling memahami itulah puncak kesetiaan. Sang pencinta tidak pernah lelah memahami kekasihnya.
Apapun yang berlaku tekadnya pasti bulat sampai keinginan hatinya terpenuhi, dan tanpa menyisakan rasa sakit. Mencintai tanpa masalah bukan sebuah hakikat. Namun bermasalah dalam mencintai merupakan jalan yang sedang disediakan Tuhan untuk membuat wadah bagi Anak Adam. Wadah yang menampung segala rasa, supaya manusia tahu jika cinta adalah gelisah yang membawa bahagia, tangis, dan tawa.
Tersenyumlah wahai kalian yang sedang bermasalah dengan mahabbahnya. Ketahuilah serumit apapun masalahnya Tuhan sedang membuka jalan agar supaya saling memahami. Dan dalam pemahaman tersebut akan melahirkan substansi ta'aruf yang sangat kuat. Sehingga sekecil apapun kekurangan yang terdapat dalam diri masing-masing para pecinta, maka semua kekurangan tersebut akan diketahui dan dipahami sebagai median untuk saling memahami. 
Peliharalah cinta yang sudah ada, dan jagalah dia yang sudah setia. Cinta dan kebencian bedanya cuma di perasaan saja. Jika jiwa sudah lelah dan rasa sudah tersakiti, maka cinta bakal hilang dengan sendirinya. Pada Tahapan ini, cinta itu bakal hilang. Sebenarnya cinta itu tidak ada. Yang ada hanyalah rasa kenyamanan. Kenyamanan bersamanya. Jika kenyamanan sudah tidak diperjuangkan lagi, maka cinta akan pergi. Yang bermasalah dengan cintanya akan mengundang rasa gelisah. Gelisah karena hilangnya kasih sayang. 
Masalah yang sedang dihadapi adalah cara Tuhan menanamkan rasa merindu dalam diri yang sedang bermasalah dengan cintanya. Hindari sifat prosesif dan dominankan sifat romantis. Prosesif dalam cinta hannya melahirkan kelelahan, sementara romantisme melahirkan rasa keindahan dan kerinduaan yang mendalam. Sang pencinta tidak pernah lelah memahami kekasihnya. 

Benci itu artinya "benar-benar cinta".

"Cuplikan bait dalam sebuah esai kehidupan".


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Logika Politik: Beri Kabar Gembira Bukan Kabar Sedih apalagi Duka

Logika Meugom: Dibolehkan Konser dalam Konteks Politik

Tu Sop: Sebuah Pengantar Peradaban Politik