Romi Syahputra: Melalui Tangan Politisi Membangun Literasi
Ilmu sulit berkembang tanpa ditopang oleh kekuasaan. Politik adalah wilayah sakral dalam membangun potensi manusia, melalui tangan politisilah wasilah-wasilah keilmuan tersampaikan.
Karomahnya politisi selalu berpikir bagaimana memajukan potensi daerah
dengan caranya sendiri. Adapun kekuasaan hanya berfungsi sebagai wasilah. Buktinya,
tanpa kekuasaanpun Ketua Dewan Pimpinan
Cabang Partai Demokrat Aceh Barat Daya Romi Syahputra telah berbuat sesuai
dengan kapasitasnya dalam membangun potensi daerah.
Prestasi yang sangat spektakuler. Berhasil memboyong 24 medali dan
dipersembahkan kepada masyarakat Aceh Barat Daya. Prestasi ini berbanding
terbalik dari apa yang dipertentangkan padanya terkait dengan pengelolaan
anggaran KONI yang jika dihitung tidak begitu kuat untuk menopang kegiatan olah
raga di Aceh Barat Daya.
Berakhirnya event pra-PORA dari 31 nomor dan kategori olah raga yang
diperlombakan Abdya berhasil lolos pada 25 nomor dan kategori, dan dalam
perjuangannya Abdya mampu membawa pulang 5 medali emas, 14 perak, dan 5 perunggu.
Ini prestasi yang luar biasa dikala pimpinan daerah mempersoalkan tata kelola
anggaran melalui media sosial.
Berbicara olahraga tidak asing lagi bagi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai
Demokrat Aceh Barat Daya, Romi Syahputra, adalah pelaku dan pegiat olah raga
sikulit bundar di masanya, sang straiker yang selalu menjadi ujung tombak
kemenangan Club Bola ternama, PSKB Lama Inong.
Trik tempurnya sudah tidak diragukan
lagi dalam mengolah sikulit bundar, hentakan kakinya mengguncang setiap jengkal
arus mendraibel benda bulat yang dihiasi dengan beberapa warna, bulatnya bola
menjadikan gulingan pacu yang mengiringi garis pinggir lapangan, memperdekat
pandangan mata fansnya ketika bola dikuasai.
Berhenti dan mengicuh lawan kesebelasan, menipu dengan maju mundurnya gerak
serang yang dirancang, sambil melirik kekiri dan kanan untuk memastikan, posisi
pasukan serang yang sudah siap menanti dengan sundulan kepala, ketika bola
mulai diarahkan dengan tendangan jarak jauh, menuju dan tepat menempel di atas
sundulan kepala sang kapten yang sudah siap sedia menyambut umpan cantik menuju
gawang.
Putra, begitulah nama panggung yang
melekat di telinga fansnya, pemain berambut gondrong ini, dengan postur tubuh
di atas rata-rata pemain lokal lainnya, sekilas pandang mirip dengan pemain
nasional naturalisasi asal Belanda Irfan
Bachdim.
Postur tubuh yang tinggi, berambut panjang ini selalu menggunakan pengikat
di kepala untuk menjaga keseimbangan mahkotanya disaat bola berada dikakinya
dengan kecepatan lari standar penyerang tengah. Rambut yang selalu mengurai dengan
ikatan pita kecil menambah nyentrik gaya dan performnya ketika bola dikuasai
dengan baik, sambil mengiringi dengan kontrol kaki yang begitu lihai dan
lincah, menandakan jika politis muda berbakat ini adalah pribadi yang sangat
berhati-hati, teliti, ulet, dan kontrol yang sangat kuat.
Piawai dan lihai dalam mengontrol bola, seakan-akan bola sangat manja
berada di kakinya, bak seorang pencinta sejati yang selalu punya cara untuk
memikat dan memanjakan kekasih pujaan hatinya. Dan ini sangat berpengaruh
mentalnya dalam tata kelola organisasi baik KONI maupun Partai Politik yang
nakhidainya.
Kontrol bola meninggi sangat patuh
ketika bola menyentuh kepala, bahu, dada, dan kakinya. Pemain yang ketika
berlari seulas nampak terlihat seperti gaya berlari, pemain petran nasional
Brazil Ronaldinho. Hentakan kakinya membuat lawan berpikir
seribu kali untuk menahan tendangannya yang begitu kuat.
Persatuan Sepak Bola Kuale Bate
adalah Club tangguh, dan saban turnamen menjadi club yang mampu bertahan sampai menuju semi
final dan final. Pemain-pemain handal selalu mewarnai ketika merumput di setiap
turnamen di tingkat kabupaten.
Romi Syahputra bukan hanya hadir
sebagai pemain pada level club kecamatan. Dalam
karir olah raganya sebagai pemain bola profesional juga terpilih menjadi salah
satu pemain handal PERSADA (Persatuan Sepakbola Aceh Barat Daya).
PERSADA adalah Club ternama
kabupaten Aceh Barat Daya yang sudah melanglang buana ke sentro penjuru negeri. Tidak
asing lagi ditelinga para pencinta persepakboalaan Tanah Rencong.
Tim yang pernah berhadapan langsung
dengan club Liga Nasional seperti Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, dan Romi
Syahputra adalah salah satu pemain andalan yang memperkuat sekuadra tim Breuh
Sigupai.
Seabet pengalaman dalam
berorganisasi telah berhasil mendidik karakter kepemimpinannya. Baik organisasi
kepemudaan, olah raga, dunia usaha, purna prakarya muda Indonesia, baik tingkat
kabupaten dan propinsi, pertukaran pemuda tingkat nasional, training of
trainer (TOT) pengendalian narkoba, kegiatan jambore kepramukaan, dan
dari organisasi perpolitikan sampai pada organisasi keagamaan, nama tersemat di dalamnya.
Pilihan terjun ke dunia politik tentunya mempunyai
alasan tersendiri dan hak asasi bagi setiap orang. Pemilu pada periode tahun
2014-2019 sang straiker handal sukses menuju parlemen Dewan Perwakilan Rakya
Aceh Barat Daya.
Partai Demokrat yang dikomandoi oleh Agus Harimurti Yudoyono, keberadaan
Romi Syahputra menjadi harapan hasrat politik yang dikomandoi oleh sang jendral
yang sudah menduduki kursi keperesidenan Republik Indonesia dua periode, pada
kurun waktu 2004-2014.
Partai Demokrat sepertinya adalah kumpulan pemuda-pemuda tampan. Dan ini terlihat
dari pesona Ketua Umumnya, para politisi nasional, dan di daerah, hingga pesona
Ketua Partai Demokrat Aceh Barat Daya. Mungkin ini salah satu yang mengikat hati
seorang wanita cantik putri toke ternama di Abdya jatuh hati kepadanya.
Sosok politisi muda yang berhasil menduduki posisi legislatif pada kurun
waktu 2014-2019 Kabupaten Aceh Barat Daya ini, merupakan sosok politisi muda
berbakat, dengan segudang pengalaman dalam berkomunikasi dengan masyarakat arus
bawah.
Putra adalah sosok yang lihai dalam
menjalin komunikasi publik dengan masyarakat luas, pertemanan antar generasi
adalah gaya pergaulannya dalam membangun dialog diri bersama komunitas yang
lain.
Relasi politik yang dibangun olehnya
adalah pertalian dengan nuansa persahabatan. Gaya komunikasi yang dibangun
terakumulasi dengan baik. Melampaui batas komunikasi personalitas, komunitas
bola menjadi ciri khasnya dalam membangun hubungan komunikasi dengan sekelompok anak muda,
dan yang lainnya. Pengalaman dalam memimpin organisasi kepemudaan
dan olah raga membentuk karakter komunikannya dengan sangat baik.
Arus politik tidak selalu memihak
kepada para politisi, walaupun strategi politik sudah dibangun sedemikian rupa
uletnya. Maju mundur, dan gampang susah menuju parlemen merupakan tantangan
yang begitu familiar bagi pegiat politik dalam berbagai level.
Pada pilkada 2017 sang legislator
ini berhasil membawa kemenangan, bagi salah satu kandidat calon bupati Aceh
Barat Daya, berhasil menuju tampuk kekuasaan, bersama Partai Demokrat dan
bersama partai pendukung lainnya.
Tentunya Partai Politik pemenangan
pilkada menjadi instrumen bagi pemimpin terpilih, menjadi partner dalam
membangun Aceh Barat Daya masa kerja 2017-2022.
Kemesraannya dengan pemimpin terpilih sudah tidak diragukan lagi, walaupun
belakangan terdengar kabar tak harmonis, bukan berarti sesama politisi saling
bermusuhan, namun pasang surut dalam berkomunikasi sudah menjadi hal yang biasa, tarik ulur kepentingan terkadang tidak dapat diduga. Namanya saja politik!!!!!! Tentunya trik dan tak tik hal yang lumrah.
Seperti apakah kontribusi politik
Partai Demokrat cabang Aceh Barat Daya dalam mengisi proses pembangunan bersama
kandidat pemenangan pilkada terpilih. Pembagian tugas seperti apa, atau bagian
mana saja yang menjadi hak tanggung tugas bagi Partai Politik pendukung yang
telah berhasil mengantarkan posisi nomor satu pemimpin Aceh Barat Daya.
Kontribusi Partai Politik Pemenangan menjadi keharusan bagi pemimpin
terpilih sebagai tanggung jawab bersama, amanah konstitusi bahwa, kehadiran
partai politik benar-benar menjadi penyambung lidah aspirasi masyarakat, untuk
mendapatkan sentuhan pelayanan dari aktifitas politik yang menjadi asas setiap
partai.
Tujuan dari dibentuknya Partai
Politik adalah menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Dan Romi
Syahputra sebagai politisi yang telah melibatkan diri dalam proses pemenangan
adalah salah satu kader Partai Politik yang ikut serta dan merasa bertanggung
jawab atas kemajuan Aceh Barat Daya di masa yang akan datang.
Romi Syahputra, namanya sering disingkat dengan RSP adalah politisi yang memiliki kharisma leader yang sangat kuat,
jiwa dan kesantunannya selalu menjadi buah bibir bagi para pengagumnya. Sosok
pria yang ramah dalam bersikap, santun dalam berucap dan rendah hati serta
pemurah ini, tentunya juga tidak luput dari kekurangn dan kesalahan sebagai
wujud insan yang tidak bisa mengelak dari berbagai macam kekhilafan.
Sebuah harapan yang menginginkan
pemimpin masa depan adalah sosok Muda yang lembut, santun, ramah, murah senyum,
ringan tangan dalam berbagi, dan selalu hadir dalam merespon setiap keluhan
yang dihadapi oleh masyarakat, kususnya masyarakat Aceh Barat Daya.
NOTE
Romi Syahputra, Aceh Barat Daya, dan
pilkada 2024 menanti kehadiran sosok muda yang santun, murah hati, peduli, dan
selalu menjaga relung hati masyarakat arus bawah yang selalu berharap
perubahan dimasa yang akan datang. Kami menunggu gebrakan politik baru bersama
generasi muda yang peduli atas kemajuan masyarakat marginal. Sing-singkan
lengan bajumu bersama rakyat yang kehilangan cinta dari sang penguasa.
Jakarta, 6 Desember 2021.
Komentar
Posting Komentar