Romi Syahputra: Melalui Tangan Politisi Membangun Literasi

Ilmu sulit berkembang tanpa ditopang oleh kekuasaan. Politik adalah wilayah sakral dalam membangun potensi manusia, melalui tangan politisilah wasilah-wasilah keilmuan tersampaikan.

Karomahnya politisi selalu berpikir bagaimana memajukan potensi daerah dengan caranya sendiri. Adapun kekuasaan hanya berfungsi sebagai wasilah. Buktinya, tanpa kekuasaanpun  Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Aceh Barat Daya Romi Syahputra telah berbuat sesuai dengan kapasitasnya dalam membangun potensi daerah.

Politisi yang sempat heboh dengan pemberitaan sepihak terkait dengan pengelolaan anggaraan KONI di Abdya, namun tetap diam tidak merespon sedikitpun apa yang sedang berlaku dan tidak sepatah katapun mengeluarkan stekmen di media kecuali membalas dengan karya, di mana pada ajang pra-PORA tahun 2021 berhasil membawa pulang medali, dan sukses melaksanakan turnamen catur putri I se-kabupaten Aceh Barat Daya.

Prestasi yang sangat spektakuler. Berhasil memboyong 24 medali dan dipersembahkan kepada masyarakat Aceh Barat Daya. Prestasi ini berbanding terbalik dari apa yang dipertentangkan padanya terkait dengan pengelolaan anggaran KONI yang jika dihitung tidak begitu kuat untuk menopang kegiatan olah raga di Aceh Barat Daya.

Berakhirnya event pra-PORA dari 31 nomor dan kategori olah raga yang diperlombakan Abdya berhasil lolos pada 25 nomor dan kategori, dan dalam perjuangannya Abdya mampu membawa pulang 5 medali emas, 14 perak, dan 5 perunggu. Ini prestasi yang luar biasa dikala pimpinan daerah mempersoalkan tata kelola anggaran melalui media sosial.


Aceh Barat Daya merupakan daerah yang mana geliat politiknya sangat kuat, bentrokan ide di media sosial hampir saban hari terjadi, semua berargumentasi.Ini pertanda demokrasi sosial sangat mengemuka pada masyarakatnya. 

Sebagai seorang politisi yang menakodai Partai Politik tentu geram dengan argumentasi yang berkembang, terkadanga mereka bicara tanpa data yang kuat, namun sosok politisi muda berbakat ini tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan apa yang berkembang di ranah sosial, kecuali bekerja dan menuai prestasi yang dipersembahkan pada masyarakatnya, tidak terkecuali juga pada orang-orang yang menghujatnya. Pada akhirnya, semua berbahagia dengan prestasi tersebut.

Berbicara olahraga tidak asing lagi bagi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Aceh Barat Daya, Romi Syahputra, adalah pelaku dan pegiat olah raga sikulit bundar di masanya, sang straiker yang selalu menjadi ujung tombak kemenangan Club Bola ternama, PSKB Lama Inong.

Pemuda berparas tampan, mirip dengan aktor India Sanjay Dut, parasnya sekilas juga terlihat seperti pria asal benua Eropa, lelaki kalem asal kota Lama Inong ini, sudah sangat tenar di medan tempur lapangan hijau, kehadirannya di lapangan kulit bundar sangat dinanti-nanti oleh penggemarnya.

Trik tempurnya sudah tidak diragukan lagi dalam mengolah sikulit bundar, hentakan kakinya mengguncang setiap jengkal arus mendraibel benda bulat yang dihiasi dengan beberapa warna, bulatnya bola menjadikan gulingan pacu yang mengiringi garis pinggir lapangan, memperdekat pandangan mata fansnya ketika bola dikuasai.

Berhenti dan mengicuh lawan kesebelasan, menipu dengan maju mundurnya gerak serang yang dirancang, sambil melirik kekiri dan kanan untuk memastikan, posisi pasukan serang yang sudah siap menanti dengan sundulan kepala, ketika bola mulai diarahkan dengan tendangan jarak jauh, menuju dan tepat menempel di atas sundulan kepala sang kapten yang sudah siap sedia menyambut umpan cantik menuju gawang.

Putra, begitulah nama panggung yang melekat di telinga fansnya, pemain berambut gondrong ini, dengan postur tubuh di atas rata-rata pemain lokal lainnya, sekilas pandang mirip dengan pemain nasional naturalisasi asal Belanda Irfan Bachdim.

Postur tubuh yang tinggi, berambut panjang ini selalu menggunakan pengikat di kepala untuk menjaga keseimbangan mahkotanya disaat bola berada dikakinya dengan kecepatan lari standar penyerang tengah. Rambut yang selalu mengurai dengan ikatan pita kecil menambah nyentrik gaya dan performnya ketika bola dikuasai dengan baik, sambil mengiringi dengan kontrol kaki yang begitu lihai dan lincah, menandakan jika politis muda berbakat ini adalah pribadi yang sangat berhati-hati, teliti, ulet, dan kontrol yang sangat kuat.

Piawai dan lihai dalam mengontrol bola, seakan-akan bola sangat manja berada di kakinya, bak seorang pencinta sejati yang selalu punya cara untuk memikat dan memanjakan kekasih pujaan hatinya. Dan ini sangat berpengaruh mentalnya dalam tata kelola organisasi baik KONI maupun Partai Politik yang nakhidainya.

Kontrol bola meninggi sangat patuh ketika bola menyentuh kepala, bahu, dada, dan kakinya. Pemain yang ketika berlari seulas nampak terlihat seperti gaya berlari, pemain petran nasional Brazil Ronaldinho. Hentakan kakinya membuat lawan berpikir seribu kali untuk menahan tendangannya yang begitu kuat.

Romi Syhaputra adalah pemain era sembilan puluhan yang mampu membuat para pecinta olah raga persepakbolaan kabupaten Aceh Barat Daya terkagum-kagum dengan goyang panggung serta gaya merumputnya di lapangan hijau, dan mampu menghipnotis para penggemarnya serta menggentarkan lawan tempurnya.

Persatuan Sepak Bola Kuale Bate adalah Club tangguh, dan saban turnamen menjadi club yang mampu bertahan sampai menuju semi final dan final. Pemain-pemain handal selalu mewarnai ketika merumput di setiap turnamen di tingkat kabupaten.

Romi Syahputra bukan hanya hadir sebagai pemain pada level club kecamatan. Dalam karir olah raganya sebagai pemain bola profesional juga terpilih menjadi salah satu pemain handal PERSADA (Persatuan Sepakbola Aceh Barat Daya).

PERSADA adalah Club ternama kabupaten Aceh Barat Daya yang sudah melanglang buana ke sentro penjuru negeri. Tidak asing lagi ditelinga para pencinta persepakboalaan Tanah Rencong.

Tim yang pernah berhadapan langsung dengan club Liga Nasional seperti Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, dan Romi Syahputra adalah salah satu pemain andalan yang memperkuat sekuadra tim Breuh Sigupai.

Bukan hanya menjadi pegiat olah raga di lapangan hijau semata, Romi Syahputra juga menjadi pegiat praktisi olah raga di Kabupaten Aceh Barat Daya. Menakhodai club PERSADA Aceh Barat Daya, dan mampu membawa para pemuda olah raga negeri Breuh Sigupai mengikuti kancah olah raga dalam berbagai level turnamen ternama di tanah air.

Seabet pengalaman dalam berorganisasi telah berhasil mendidik karakter kepemimpinannya. Baik organisasi kepemudaan, olah raga, dunia usaha, purna prakarya muda Indonesia, baik tingkat kabupaten dan propinsi, pertukaran pemuda tingkat nasional, training of trainer (TOT) pengendalian narkoba, kegiatan jambore kepramukaan, dan dari organisasi perpolitikan sampai pada organisasi keagamaan, nama tersemat di dalamnya.  

Melalui lapangan hijau, nama besar sang straiker dikenal publik, tentunya masa tidak bisa dihentikan, laju zaman mengilas karir para pegiat olah raga sikulit bundar, haluanpun berhenti, perjuangan dialihkan ke ranah yang lain. Jalur politik menjadi incarannya dalam berkiprah dan berkarir.

Pilihan terjun ke dunia politik tentunya mempunyai alasan tersendiri dan hak asasi bagi setiap orang. Pemilu pada periode tahun 2014-2019 sang straiker handal sukses menuju parlemen Dewan Perwakilan Rakya Aceh Barat Daya.

Terjun ke dunia politik, dan mendapat kepercayaan menduduki parlemen, mewakili sekian puluh ribu konstituen dari daerah pemilihannya. Sang legislator yang menggunakan kenderaan politik Partai Demokrat ini berhasil dan mendapat kepercayaan menduduki kursi terhormat.

Partai Demokrat yang dikomandoi oleh Agus Harimurti Yudoyono, keberadaan Romi Syahputra menjadi harapan hasrat politik yang dikomandoi oleh sang jendral yang sudah menduduki kursi keperesidenan Republik Indonesia dua periode, pada kurun waktu 2004-2014.

Partai Demokrat sepertinya adalah kumpulan pemuda-pemuda tampan. Dan ini terlihat dari pesona Ketua Umumnya, para politisi nasional, dan di daerah, hingga pesona Ketua Partai Demokrat Aceh Barat Daya. Mungkin ini salah satu yang mengikat hati seorang wanita cantik putri toke ternama di Abdya jatuh hati kepadanya.

Keberhasilan dan kemenangan Romi Syahputra dalam menakhodai Partai Demokrat hadir untuk bertindak langsung dalam memajukan daerah Barat Daya Propinsi Aceh. Partai yang telah memberi bantuan belajar 5. 823 siswa Abdya melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang motori oleh anggota DPR-RI Teuku Rifky Harsya, bersama Romi Syahputra menyambung harapan siswa-siswi Aceh Barat Daya.

Pemuda yang sekilas pandang berparas Eropa ini adalah sang politisi muda, yang saat ini menjabat ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Barat Daya, dan juga menakhodai ketua DPC Demokrat Aceh Barat Daya. Pria tampan ini telah telah memperistrikan wanita lokal pilihan hatinya, Ofi Hasfika, SKM.    

Sosok politisi muda yang berhasil menduduki posisi legislatif pada kurun waktu 2014-2019 Kabupaten Aceh Barat Daya ini, merupakan sosok politisi muda berbakat, dengan segudang pengalaman dalam berkomunikasi dengan masyarakat arus bawah.

Putra adalah sosok yang lihai dalam menjalin komunikasi publik dengan masyarakat luas, pertemanan antar generasi adalah gaya pergaulannya dalam membangun dialog diri bersama komunitas yang lain.

Relasi politik yang dibangun olehnya adalah pertalian dengan nuansa persahabatan. Gaya komunikasi yang dibangun terakumulasi dengan baik. Melampaui batas komunikasi personalitas, komunitas bola menjadi ciri khasnya dalam membangun hubungan komunikasi dengan sekelompok anak muda, dan yang lainnya. Pengalaman dalam memimpin organisasi kepemudaan dan olah raga membentuk karakter komunikannya dengan sangat baik.

Arus politik tidak selalu memihak kepada para politisi, walaupun strategi politik sudah dibangun sedemikian rupa uletnya. Maju mundur, dan gampang susah menuju parlemen merupakan tantangan yang begitu familiar bagi pegiat politik dalam berbagai level.

Gagal menuju parlemen tidaklah dipahami sebagai jalan mundur baginyan untuk berbakti kepada masyarakat konstituennya. Kegagalan menuju parlemen di era 2019 tidaklah dimaknai dengan kegagalan dan awal karir politiknya menjadi kandas, toh ternyata Partai Demokrat besutannya berhasil menguasai kursi satu parlemen Aceh Barat Daya periode 2019-2024.

Pada pilkada 2017 sang legislator ini berhasil membawa kemenangan, bagi salah satu kandidat calon bupati Aceh Barat Daya, berhasil menuju tampuk kekuasaan, bersama Partai Demokrat dan bersama partai pendukung lainnya.

Tentunya Partai Politik pemenangan pilkada menjadi instrumen bagi pemimpin terpilih, menjadi partner dalam membangun Aceh Barat Daya masa kerja 2017-2022.

Kemesraannya dengan pemimpin terpilih sudah tidak diragukan lagi, walaupun belakangan terdengar kabar tak harmonis, bukan berarti sesama politisi saling bermusuhan, namun pasang surut dalam berkomunikasi sudah menjadi hal yang biasa, tarik ulur kepentingan terkadang tidak dapat diduga. Namanya saja politik!!!!!! Tentunya trik dan tak tik hal yang lumrah.

Seperti apakah kontribusi politik Partai Demokrat cabang Aceh Barat Daya dalam mengisi proses pembangunan bersama kandidat pemenangan pilkada terpilih. Pembagian tugas seperti apa, atau bagian mana saja yang menjadi hak tanggung tugas bagi Partai Politik pendukung yang telah berhasil mengantarkan posisi nomor satu pemimpin Aceh Barat Daya.

Menyangkut dengan kerjasama instrumen politik ini, tentunya tidak menjadi konsumsi publik yang harus diumbar kepada kalayak. Cukup lisan dan logika pegiat partai pendukung pemenangan saja yang memahami dan menjalaninya. Walaupun belakang terlihat tidak harmonis dengan pimpinan, namun menyangkut dengan kepentingan rakyat satu kata dan satu tekat tetap dilaksanakan.

Kontribusi Partai Politik Pemenangan menjadi keharusan bagi pemimpin terpilih sebagai tanggung jawab bersama, amanah konstitusi bahwa, kehadiran partai politik benar-benar menjadi penyambung lidah aspirasi masyarakat, untuk mendapatkan sentuhan pelayanan dari aktifitas politik yang menjadi asas setiap partai.

Tujuan dari dibentuknya Partai Politik adalah menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Dan Romi Syahputra sebagai politisi yang telah melibatkan diri dalam proses pemenangan adalah salah satu kader Partai Politik yang ikut serta dan merasa bertanggung jawab atas kemajuan Aceh Barat Daya di masa yang akan datang.

Romi Syahputra, namanya sering disingkat dengan RSP adalah politisi yang memiliki kharisma leader yang sangat kuat, jiwa dan kesantunannya selalu menjadi buah bibir bagi para pengagumnya. Sosok pria yang ramah dalam bersikap, santun dalam berucap dan rendah hati serta pemurah ini, tentunya juga tidak luput dari kekurangn dan kesalahan sebagai wujud insan yang tidak bisa mengelak dari berbagai macam kekhilafan.

Sebuah harapan yang menginginkan pemimpin masa depan adalah sosok Muda yang lembut, santun, ramah, murah senyum, ringan tangan dalam berbagi, dan selalu hadir dalam merespon setiap keluhan yang dihadapi oleh masyarakat, kususnya masyarakat Aceh Barat Daya.

Melalui tangan politisi tanpan ini buku “Transformasi Nilai Islam Menuju Pemikiran Politik Nasional: Konsepsi dan Praksis Politik Ali Hasjmy” telah mewarnai gelagat juang para politisi dalam membangun literasi politik bagi masyarakat. Saatnya politisi mencerdaskan umat melalui literasi membangun peradaban.

NOTE

Romi Syahputra, Aceh Barat Daya, dan pilkada 2024 menanti kehadiran sosok muda yang santun, murah hati, peduli, dan selalu menjaga relung hati masyarakat arus bawah yang selalu berharap perubahan dimasa yang akan datang. Kami menunggu gebrakan politik baru bersama generasi muda yang peduli atas kemajuan masyarakat marginal. Sing-singkan lengan bajumu bersama rakyat yang kehilangan cinta dari sang penguasa.

Jakarta, 6 Desember 2021.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Logika Politik: Beri Kabar Gembira Bukan Kabar Sedih apalagi Duka

Logika Meugom: Dibolehkan Konser dalam Konteks Politik

Tu Sop: Sebuah Pengantar Peradaban Politik