SESAJEN KOMUNIKASI BERADAB ANTAR MAKHLUK

Bersahabatlah dengan alam di sekitarmu. Manusia hidup di dunia ini tidaklah sendiri, bersamaan dengan hidupnya makhluk yang lain. Ada makhluk yang sejenis dengan manusia dan ada makhluk di luar manusia itu sendiri.

Tuhan telah menciptkan alam ini bersamaan dengan segala isinya dari makhluk hidup, baik manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan bahkan makhluk gaib sekalipun.

Bersahabatlah dengan yang gaib, seperti jin, atau makhluk sejenis dengannya. Jangan bermusuhan dengan makhluk sejenis jin, manusia akan repot jika bermusuhan dengan makhluk ini. Sebab kehidupan makhluk gaib (jin) lebih canggih dari manusia.

Jin bisa melihat manusia, bahkan bisa masuk dalam darah manusia sekalipun, sedangkan manusia jangankan masuk ke dalam jin, melihatnya saja tidak bisa.

Komunikasi sepihak yang dilakukan manusia dapat melukai dan membuat makhluk yang lain  murka. Manusia sebagai Khalifah di muka bumi tidak hanya mengayomi makhluh yang sejenis dengannya saja, melainkan juga harus mengayomi makhluk di luar dari dirinya.

Banyak tempat yang bisa dihuni oleh jin, dan tempat-tempat tersebut besar kemungkinan digunakan manusia untuk menyambung hidupnya, seperti sawah, kebun, gunung, laut, goa, hutan, sungai, danau, luar angkasa, dan tempat-tempat lainnya.

Bangunlah komunikasi yang baik dengan makhluk yang lain atau jin. Saling berbagilah dengan mereka, apakah berbagi tempat tinggal, berbagi makanan, dan silakan saja selagi dalam batas membangun komunikasi antar makhluk serta di luar saling mengkultuskan satu sama lain.

Berbagi makanan dengan jin atau makhluk gaib lainnya sering disebut dengan  "sesajen". Memberi sesajen merupakan bentuk komunikasi beradab antara manusia dengan jin. Dan ini tidaklah berdosa, bahkan tidak kecil kemungkinan akan mendapatkan pahala, sebab sudah saling berbagi dengan makhluk Tuhan dalam bentuk yang lainnya.

Jika sudah saling berbagi, maka antara jin dan manusia akan saling menjaga. Jin duduk dan berhuni di sawah akan menjaga para petani dari keinginan buruk bangsa jin, begitu juga dengan jin yang di laut, gunung, kebun, hutan, sungai, danau, luar angkasa, dan tempat-tempat lainnya.

Memakna sesajen adalah bentuk kesyirikan yang disinyalir dapat menuhankan jin, maka memberi dalam bentuk apapun juga dapat dimaknai syirik, ketika manusia bergantung hidup padanya.  

Syirik bukan hanya dilakukan dengan ritual ibadah, namun menggantungkan hidup pada sesuatu yang lain dapat dikatagorikan syirik. Bahkan ketika manusia memiliki keraguan besok hari tidak mendapatkan makanan, maka ia telah meghina Tuhan.

Seperti banyak orang menggantung hidupnya pada jabatan, kekuasaan, atasan, pangkat, dan lainnya. Ini juga dapat dimaknai memberi sesajen dengan tujuan mempertuhankan kekuasaan, harta, jabatan, pangkat, dan lain-lainnya.

Menyogok dan menerima sogokan untuk mendapatkan serta memberikan sesuatu ini bagian dari penyerahan sesajen dalam bentuk tukar guling kepentingan.

Ketika ini dilakukan atas kepentingan yang berlebihan, maka ini sama dengan sesajen politik kekuasaan. Sesajen dalam bentuk ini bukanlah komunikasi yang beradab antar makhluk.

Apapun akan dilakukan agar supaya hasratnya tercapai, bahkan tidak segan-segan membunuh pihak-pihak yang lain, baik membunuh karakternya, maupun membunuh jiwanya. Keinginan yang berlebihan atas makhluk masuk katagori syirik. Sehingga peran Tuhan dihilangkan dalam tata kelola kosmik.

Dengan demikian, bersahabatlah dengan makhluk yang lain (jin). Lakukan dengan cara yang baik, berkebudayaan, dan beradab. Beradab dengan sesama makhluk berarti ia sedang beradab pada yang menciptakan makhluk tersebut. Sehingga dengan beradab kita saling menjaga antara satu dengan yang lainnya.

Jakarta, 11 Januari 2022.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Logika Politik: Beri Kabar Gembira Bukan Kabar Sedih apalagi Duka

Logika Meugom: Dibolehkan Konser dalam Konteks Politik

Tu Sop: Sebuah Pengantar Peradaban Politik